Bansigom Donja keu Aceh

Aceh Butuh Industri Pengolohan Perikanan

Aceh Butuh Industri Pengolohan Perikanan
Rate this post

Sabtu 07/05/2011

Aceh Butuh Industri Pengolohan Perikanan

PRESS RELEASE

Banda Aceh (06/04/2011), Gubernur Aceh diwakili Sekretaris Daerah Aceh T. Setia Budi membuka Pertemuan dan Serial Diskusi Pembangunan Aceh dengan tema “Menuju Industri Pengolahan Perikanan Aceh”. Acara yang digagas dan diinisiasi House of Aceh Internasional dan The Aceh Institute bekerjasama dengan Bappeda Aceh, Dinas Perikanan dan Kelautan Aceh, Badan Investasi dan Promosi Aceh dan BPKS.

Acara ini turut dihadiri Wakil Ketua DPRA Sulaiman Abda menghadirkan sejumlah stakeholder terkait bidang perikanan seperti unsur Dinas Perikanan dan Kelautan Aceh, Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi, Dinas Perindag UKM Aceh, Biro Ekonomi dan Pembangunan Aceh, Bank Indonesia, Bank Aceh, BRI, BNI, Bank Mandiri, Bank Syariah, Panglima Laot Aceh, UNDP, Assosiasi Pengusaha Aceh, praktisi dan akademisi. Acara ini juga turut dhadiri pengusaha sukses bidang Perikanan di Jakarta Gunadi Ali Marwan Direktur PT. Margalindo Group yang memiliki industri pengolahan perikanan terpadu di Muara Baru Jakarta mulai dari industri pakan, prosessing dan pemasaran produk olahan perikanan. T.Setia Budi mengharapkan pertemuan ini bisa membawa suatu perubahan yang signifikan dalam pembangunan perikanan Aceh masa depan dalam koridor visi Aceh 2025 menuju Aceh yang Islami, maju, damai dan sejahtera dan mengharapkan sektor perikanan bisa menjadi sumber alternatif pendapatan Aceh dimasa akan datang pasca berakhirnya otsus dan migas.

T.Setia Budi menambahkan bahwa selama ini sektor perikanan Aceh masih digarap secara tradisional dan parsial termasuk juga sektor pertanian lainnya, sehingga sektor ini belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan Aceh, walaupun menjadi sumber penghidupan 60% rakyat Aceh. Selain itu T.Setia Budi juga menyampaikan bahwa selama ini proses perniagaan perikanan Aceh maupun ekspor banyak dilakukan melalui provinsi tetangga Sumatera Utara, sehingga nilai tambahnya tidak mengalir ke Aceh. T.Setia Budi merasa prihatin selama ini ekspor perikanan Aceh kebanyakan dilakukan dalam keadaan mentah atau tanpa mengalami proses pengolahan lebih lanjut sehingga nilai jualnya menjadi rendah.

Pertemuan dan diskusi ini sangat strategis, karena diperkirakan pelabuhan bebas Sabang (BPKS) dan sejumlah pelabuhan ekspor lainnya seperti Krueng Geukeh, Malahayati, Kuala Idie, Calang di Aceh daratan akan selesai paling lambat pada tahun 2012. Pelabuhan-pelabuhan ini bukan hanya berfungsi melayani jasa kepelabuhan tetapi juga berfungsi untuk eksport sejumlah komoditi strategis khususnya produk pertanian, perikanan, perkebunan dan lain-lain dari Aceh daratan. T.Setia Budi meminta seluruh stakeholder SKPA, pengusaha, perbankan, pemerintah kabupaten/kota beserta masyarakat untuk bekerja keras, serius dan bahu-membahu mewujudkan impian menuju masyarakat Aceh yang makmur dan sejahtera.

Fauzi Umar dari House of Aceh Internasional mengatakan House of Aceh yang lahir dan dan digagas dari hasil Konferensi Masyarakat Aceh Dunia (World Achenese Association) untuk mendorong pembangunan Aceh yang lebih baik menuju masyarakat Aceh yang Islami, maju, damai dan sejahtera melalui pelibatan seluruh stakeholder terkait termasuk petani dan nelayan guna mewujudkan Aceh untuk semua (Aceh for All). House of Aceh telah memiliki jaringan pada lebih 12 negara dan dapat dimanfaatkan Pemerintah Aceh sebagai jendala promosi Aceh pada masyarakat dunia khususnya pada bidang seni budaya, pariwisata, investasi, olahraga dan phylantropy. Selanjutnya Fauzi Umar juga menyampaikan dalam waktu dekat House of Aceh akan mengirimkan 5 putra-putri terbaik Aceh untuk belajar di Al-Bukhari University Malaysia dengan beasiswa penuh yang dikhususkan untuk keluarga Aceh kurang mampu, namun memiliki prestasi akademik dan jiwa kepemimpinan.

Fadhli Ali selaku moderator pada akhir pertemuan menegaskan bahwa para peserta diskusi menyepakati untuk pembentukan Forum Percepatan Pengembangan Perikanan Aceh lintas sektoral yang akan mengawal dan menindaklanjuti hasil diskusi ini. Dengan pembentukan Forum ini diharapkan cita-cita untuk menghadirkan industri prosesing sektor perikanan dan komoditi perikanan yang diekspor melalui Aceh dapat terwujud.(fzu)

Informasi lebih lanjut Hub: Fadhli Ali
HP 081269176669, Email: fadhli_aceh@yahoo.com

Aceh Butuh Industri Pengolohan Perikanan
Rate this post
0

Comments to Aceh Butuh Industri Pengolohan Perikanan

Loading Facebook Comments ...

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...