Bansigom Donja keu Aceh

Belanda Harus Cabut Maklumat Perang Aceh

Belanda Harus Cabut Maklumat Perang Aceh
Rate this post

WAA News – Jumat 27/03/2009

WAA Layangkan Surat ke Kementrian Luar Negeri

PRESS RELEASE – Pada 26 Maret 1873, atau tepatnya 136 tahun yang lalu. Ketika Belanda menyatakan perang kepada Kerajaan Aceh dengan mulai melepaskan tembakan meriam ke daratan Aceh dari Kapal Perang Citdadel van Antwerpen. Perang Aceh pun meletus.

Perang pertama (1873-1874), yang dipimpin oleh Panglima Polem dan Sultan Machmud Syah melawan Belanda yang dipimpin Kohler meletus. Saat itu, Belanda mengirim 3.198 prajurit. Lalu, pada 8 April 1873, Belanda kembali mendarat di Pantai Ceureumen di bawah pimpinan Kohler. Menurut salah satu sumber kami, prajurit–prajurit Belanda mulai menguasai Masjid Raya Baiturrahman dan membakarnya.

Dengan adanya pernyataan (Maklumat) perang oleh Belanda terhadap Aceh pada 26 Maret 1873, ini menandakan Aceh adalah sebuah negara yang kuat dan berdaulat waktu itu, sehingga belanda mengistiharkan perang terhadap Kerajaan Aceh.

Sejarah ratusan tahun silam kini masih menyisakan kedukaan yang mendalam bagi bangsa yang pernah didudukinya. Sehingga, lebih satu abad lebih api perang itu dikobarkan. Namun, hingga Belanda pergi dan meninggalkan Aceh sebelum perang dunia kedua, Maklumat yang menghapuskan Negara Aceh belum juga dicabut.

Sesuai dengan fakta sejarah, maka dengan ini kami menyatakan bahwa Belanda telah terlibat dalam penghilangan atau penghapusan keberadaan Negara Aceh dalam peta dunia. Belanda sudah seharusnya mencabut maklumat perang, untuk memperjelas status Aceh yang sebenarnya kepada dunia internasional.
Sesuai dengan mekanisme yang berlaku dalam tataran hukum internasional.

Kami dari World Acehnese Association (WAA) memeperingati tanggal 26 Maret ini sebagai hari Berkabung Nasional Rakyat Aceh. Dalam waktu dekat ini Kami juga berencana akan mengutus surat kepada pemerintah belanda, dengan tujuan salah satunya adalah untuk meminta Belanda mempertanggung jawabkan perilakunya di Aceh, sekaligus penjelasan status Aceh yang sebenarnya kepada rakyat Aceh dan masyarakat dunia, demi keberlanjutan hidup masyarakat Aceh yang bebas, damai dan adil serta bermartabat.

26 Maret Tragedi Seuminyih

Selain maklumat perang oleh Belanda, pada tanggal dan bulan yang sama (26 Maret 1998). Rakyat Aceh yang menjadi korban pelanggaran hukum humaniter memiliki sejarah kelam di Malaysia . Negeri Melayu itu telah menciptakan traged berdarah bagi warga Aceh yang menyelamatkan hidup dari kekejaman neokoloniali Indonesia . “ Tragedi Semenyih“ begitu orang Aceh mengingat bentuk perlakuan kasar dari Kerajan Malaysia terhadap rakyat Aceh pada Kamis 26 Maret 1998.

Tak tanggung-tanggung, peristiwa kelam itu telah menimbulkan korban jiwa rakyat Aceh yang mencapai 14 orang. Sementara polisi Malaysia hanya mengakui 7 orang yang tewas seperti yang dilansir sumber WAA.

Bagi kami, Persatuan Rakyat Aceh Sedunia atau WAA, apa pun alasannya yang di berikan, Kerajaan Malaysia tetap telah melakukan kekejaman kemanusiaan yang keji terhadap rakyat Aceh. Untuk itu, kami meminta pertanggungjawaban dari Kerajaan Malaysia .

Perlakuan terhadap bangsa Aceh oleh Kerajaan Malaysia waktu itu merupakan satu rentetan dari kenangan pahit bagi seluruh rakyat Aceh, dan sepatutnya tidak di lupakan oleh seluruh rakyat Aceh di dunia.

26 Tsunami di Aceh

Rakyat Aceh juga punya satu lagi tanggal 26 yang tidak boleh di lupakan dalam sejarah kehidyupannya. 26 December 2004 adalah tragedi yang memilukan dunia, karena pada hari tersebut Aceh dilanda bencana Tsunami yang mengorbankan ratusan ribu orang.
Kami juga mengingatkan kepada badan-badan yang bertanggung jawab memegang uang korban tsunami agar tidak memperkaya diri dan golongannya sehingga tidak memenuhi hak-hak korban yang menderita. Semua uang yang telah dihibahkan oleh masyarakat dunia harus diaudit penggunaannya oleh auditor internasional.

Kamis 26 Maret 2009
Fjerritslev, Denmark.

Tarmizi Age
World Acehnese Association (WAA)
Ban sigom donja keue Aceh!

Belanda Harus Cabut Maklumat Perang Aceh
Rate this post
0

Comments to Belanda Harus Cabut Maklumat Perang Aceh

Loading Facebook Comments ...
  • Ya… bang, sebenernya kita sebagai bangsa Aceh yang bermartabat harus memaksa belanda dg apa pun jua cara nya untuk mempertanggung jawabkan atas terlibat nya penhapusan Nangroe Aceh di PETA dunia.

    saleum keu WAA

    ijalulu 31. March 2009 17.55 Reply
  • Teurimeung geunaaseeh……… ka neuteim peuingat aneuk Cucoe,njang sunggoeh that laloe deungeun piasan Java

    Rizal 4. April 2009 18.31 Reply
  • Gk usah repot”,,,sampaikn dgn nederland,,,kuburan belanda yg ada d bnda aceh,,suruh bongkar,,,,atau rakyat aceh yg bongkar sbg bunkti bhwa nederland pernh,berperang dgn kerajaan aceh,dan mrk hengkang dari tanh aceh,,,atau cabut maklumat prang antara aceh dgn nederland,,,ada dua obsi,,,yg mna nederlang pulih:
    1.bongkar kuburan tentara belanda yg berada d banda aceh,
    Dan cabut matlumat prang aceh dgn belanda,,,
    2,kuburan belanda yg ada d bnda aceh,,rakyat aceh yg bongkar kemudian tulang belulang tentara belanda kita
    buang ke laut,,,dan cabut jga maklumat prang,antara aceh
    dgn nederland,,,

    zilop 20. April 2013 06.38 Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...