Bansigom Donja keu Aceh

Jangan Lupa Pada Korban Pembantaian Di Aceh

Jangan Lupa Pada Korban Pembantaian Di Aceh
Rate this post

WAA News – Jumat 03/04/2009

ALIANSI PEMUDA DAN MAHASISWA ACEH
ALEE
alamat. jalan mesjid lamgugub, kecamatan syiah kuala banda aceh. no 16.

BANDA ACEH – MoU helsinky mengamanatkan satu ketentuan untuk menyelesaikan para pihak yang telah melakukan pelangaran di aceh semasa konflik berkecamu di aceh. ini merupakan sebuah telaah jika kita menghargai hak asasi manusia dimuka hukum.
Hak Asasi Manusia merupakan hak yang melekat pada setiap diri manusia yang tidak dapat dicabut oleh siapapun. Hak ini merupakan hak yang diberikan oleh Tuhan bagi setiap manusia, tidak ada seorangpun manusia yang rela dicabut hak asasinya, kerana hak ini merupakan bagian yang inheren dalam diri manusia, tanpa hak ini dapat dipastikan seseorang akan sulit hidup dengan sempurna sebagaimana mestinya.

Dengan diamandemennya UUD 1945 kini telah memberikan titik terang bagi perlindungan HAM di Indonesia. Pengaturan ini telah diakomodir pada perubahan kedua UUD 1945 pada tahun 2000 termaktub dalam BAB XA yang mengatur tentang Hak Asasi Manusia.

Dengan telah dimasukkan ketentuan khusus tentang HAM hal membuktikan adanya keseriusan Negara untuk benar-benar melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari setiap penindasan bagi warga Negara. UUD merupakan konstitusi Negara yang dijadikan pijakan dalam menentukan arah kebijakan negara dan penegakan hukum untuk memenuhi rasa keadilan bagi masyarkat. Maka dari itu kini tidak ada keraguan lagi untuk menegakkan hukum dan keadilan dalam menagani kasus-kasus pelanggaran HAM yang sampai saat ini masih menjadi tanda tanya dan sangat urgen untuk segera dituntaskan.

Di Indonesia sendiri sampai saat ini pengaturan tentang perlindungan HAM telah sangat eksplist diatur dalam beberapa ketentuan perundang-undangan, yaitu pada UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan UU No. 26 tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia, ditambah lagi dengan beberapa konvensi internasional yang telah diratifikasi oleh Indonesia guna menciptakan kepastian hukum bagi korban pelanggaran HAM.

Dalam menyelesaikan kasus pelanggaran HAM dapat ditempuh melalui dua mekanisme penyelasaian yaitu melaui pengadilan maupun diluar pengadilan. Penyelesaian kasus pelanggaran HAM melalui pengadilan diselesaikan melalui Pengadilan HAM yang di atur dalam UU No. 26 Tahun 2000, sedangakan penyelasaian kasus pelanggaran HAM diluar pengadilan dapat diselesaikan melalui mekanisme KKR (Komisi Kebenaran Dan Rekonsiliasi), hanya saja kini penyelasaian kasus pelanggaran HAM melalui mekanisme KKR sulit untuk diwujudkan hal ini disebabkan UU No. 27 Tahun 2004 tentang Komisi Kebanaran dan Rekonsiliasi telah dilakukan permohonan uji meteri (judicial review) kepada Mahkamah Konstitusi dan hasilnya Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan tersebut melalui putusan yang melebihi petitum (ultrapetita) yang dalam putusannya menyatakan UU No. 27 tahun 2004 bertentangan dengan UUD dan inkonstitusioanl.

Putusan MK ini memiliki urgensi tersendiri bagi Aceh dalam menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM yang pernah terjadi dimasa lalu. Hal ini dikerenakan dalam UU No. 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh mangamanahkan akan dibentuknya Komisi Kebenaran Dan Rekonsiliasi melalui Qanun Aceh sebagai solusi konkrit bagi penyelasaian kasus-kasus pelanggaran HAM di Aceh.

Permasalahannya kini adalah KKR Aceh merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan KKR nasional yang ditegaskan dalam Pasal 229 ayat (1) UUPA, maka dari itu diperlukan political will pemerintah untuk segera membentuk undang-undang KKR yang baru agar kepastian hukum dan rasa keadilan dapat segera terwujud bagi masyrakat korban. Diharapkan dengan terbentuknya UU KKR akan menstimulasi Pemerintah Aceh dan DPRA untuk segera membentuk qanun tentang Komisi Kebenaran Dan Rekonsiliasi.
Akhirnya mari kita mengembalikan hak hak korban ,

Salam damai.
Banda Aceh 3 April 2009

MUKHSIN RIZAL
Presidium ALEE

Jangan Lupa Pada Korban Pembantaian Di Aceh
Rate this post
0

Loading Facebook Comments ...

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...