Bansigom Donja keu Aceh

Masyarakat Mukim Pinto Batee Kecewa Dengan Bupati Bireuen

Masyarakat Mukim Pinto Batee Kecewa Dengan Bupati Bireuen
Rate this post
Agani Adam, petani semangka desa Cot Bate Kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen, sedang menimbang buah semangka[Foto zoelhelmy/Jurnalis].

WAA News – Kamis 15/04/2010

Masyarakat Mukim Pinto Batee Kecewa Dengan Bupati Bireuen

Oleh: Tarmizi Age

BIREUEN – Salah seorang tokoh masyarakat Pinto  Bate, Peudada Bireun, mengatakan sangat kecewa mendapat informasi Mentri pertanian Indonesia Suswono gagal hadir besok jumat 16 april 2010 ke daerah mereka.

Padahal semua masyarakat petani sudah bersiap-siap untuk menyambut kehadirannya, terutama bagi mendongkrak pembangunan sector pertanian di Bireuen, coklat dan pinang.

Tokoh KPA di Peudada itu memberitau bahwa bergesernya jadwal kehadiran Mentri Pertanian tersebut akiban ulah bupati yang tak peduli rakyat.

Ketika di tanya jika mentri pertanian tersebut tak dapat hadir besok, apakah sudah ada jadwal lain yang di beritau Bupati Nurdi Ar, menurut tokoh KPA di Peudada itu, hingga kini saya belum dengar kapan jadwal yang pasti.

Sepatutnya Bupati Bireun tidak berlambat-lambat meunyangkut hal-hal pembangunan ekonomi masyarakat, sebab masyarakat tidak punya gaji bulanan, jadi Bupati harus sadar ini. Membangun masyarkat berarti membangun Bireun dan sekaligus membangun Aceh, sambung sang petinggi KPA di daerah peudada itu kepada WAA.

Saya “Tarmizi Age” sebagai salah seorang anak Aceh yang lahir di Blang Geulanggang, Peudada Bireun, dan kini menetap di Denmark, melihat kepemimpinan Nurdin Ar sangat lamban dan terindikasi seolah-olah sengaja di lambat-lambatkan dalam berbagai upaya untuk memajukan Bireuen.

Padahal masyarakat Bireuen tergolong masyarakat yang terbuka dan maju, tapi kemajuan masyarakat akan terhalang jika tidak diiringi dengan birokrasi pemeritah yang lunak, cepat, bersih dan merakyat.

Nah, untuk melajunya perekonomian masyarakat di Bireuen saya kira butuh tingkat kerjasama pemerintah dengan rakyat yang bersifat kekelurgaan. Artinya dari sistim, gaya hidup, dan pergaulan pemerintah harus seiring dan dekat dengan rakyat.

Saya yakin jika masyarakat Bireun dibuat maju pasti akan maju dan tak ada rakyat yang menolak kemajuan apalagi kemajuan yang menghargai adat resam budaya bangsa.

Di ralat: Pada kamis 15 april 2010 Jam 18:13:12, kita kembali di kirim Informasi dari Aceh, dengan memberitau yang akan datang ke Peudada sebenarnya Mentri kehutanan Bukan Mentri Pertania kata salah seorang tokoh masyarakat di Pedada yang menghubungi WAA.

Tarmizi Age adalah Aktivis World Achehnese Association berdomisili di Denmark

Masyarakat Mukim Pinto Batee Kecewa Dengan Bupati Bireuen
Rate this post
0

Loading Facebook Comments ...

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...