Bansigom Donja keu Aceh

Melawat Helsinki

Melawat Helsinki
Rate this post
Muhammad Armiyadi Signori Aktivis World Achehnese Association (WAA) bergambar di depan kantor CMI, tempat penanda tanganan MOU Helsinki, [Foto/Dok/Pribadi].

WAA News – Rabu 08/09/2010

Melawat Helsinki

Oleh: Muhammad Armiyadi Signori

Helsinki, itu salah satu nama tempat yang paling diminati oleh warga Banda Aceh. Tua ataupun  muda, baik mahasiswa, pekerja kantoran, pengusaha dan mungkin juga pengangguran. Menikmati waktu santai bersama rekan – rekan di tempat ini sambil membicarakan berbagai permasalahan, terutama kondisi Aceh dan Indonesia terkini  dengan di temani secangkir kopi atau segelas jus tentu sangat menyenangkan. Ya, Helsinki, tepatnya De Helsinki adalah nama salah satu warung kopi di Banda Aceh, yang terletak di simpang lima peunayong.

Kita seratus persen yakin, kalau nama warung, yang banyak pengunjungnya itu, diambil dari nama ibu kota Finlandia, Helsinki, dengan penambahan kata sandang the yang di indonesiakan menjadi de, seperti yang digunakan oleh band pop Indonesia De Massive, maka, jadilah nama warung ini, De Helsinki. Ya, Helsinki menjadi nama yang sangat popular di Aceh paska penanda tanganan Memorandum Of  Understanding ( MOU) Helsingki.

Segala puji bagi Allah, saya yang dulu sering menikmati kopi pada sore hari di warung De Helsinki, akhirnya pada awal juni 2010 berkesempatan datang dan menikmati kopi sore di ibu kota negara Martin Attisari ini. Saya dan 4 rekan saya yang sedang kuliah di Norwegia, melawat ke Helsinki dengan maksud menyusuri jejak sejarah perundingan Damai antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Indonesia pada tahun 2005.

Setelah satu jam perjalana udara dari Oslo, kami tiba di bandara Vanta, Helsinki. cuacanya sangat bersahabat, maklum sudah mulai memasuki musim panas. Di bandara kami di jemput oleh bang Rasyid dan dibawa kerumahnya.

Bang Rasyid adalah satu dari tiga keluarga Aceh yang ada di Finlandia dan telah tinggal di  negara ini selama 8 tahun, abang ini berasal dari Buloh beureugang, Aceh Utara, menikah dengan wanita dari perlak dan mempunyai 4 orang anak, seluruh anggota keluarganya sudah menjadi warga negara Finlandia. Adapun dua warga Aceh lainnya yang tinggal di negara pesepak bola, jari Litmanen ini adalah Muhammad Iqbal yang berasal dari Pidie dan Bustamam dari Matang Glumpang Dua. Mereka dulu datang sebagai penerima suaka politik dari pemerintah Finlandia.

Finladia, negara kecil yang sangat makmur, luasnya  330.000 km dengan jumlah penduduk 5,35 juta dan GDP nominal per kapita $51,588 (2008),  negara republik ini berbatasan langsung dengan Rusia, Norwegia dan Swedia. Sumber pendapatan negara di skandinavia ini dari pengolahan hasil hutan dan perkayuan, industri elektronika, komunikasi, dan produksi mesin-mesin berat. Salah satu produk komunikasi yang di kenal seantero dunia termasuk popular di Aceh adalah hand phone nokia, nokia sendiri merupakan nama kota kecil di Finlandia.

Target pertama penyusuran kami di Helsinki adalah hotel Radisson, di hotel inilah para delegasi GAM menginap selama berlangsungnya perundingan, Hotel bintang empat ini letaknya di pinggiran danau dan suasananya sangat tenang. Pada saat kami datang  hotel ini sedang di renovasi .

Selanjutnya kami menuju tempat penginapan delegasi GAM pada malam sebelum penanda tanganan  kesepakan damai 15 Agustus 2005 yaitu hotel Hanasaari Hanaholmen, yang berjarak 6 km dari pusat kota Helsinki , hotel ini tidak terlalu besar namun sangat nyaman karena terletak di pinggir danau dan di kelilingi oleh pohon – pohon .

Dari hotel Hanasaari Hanaholmen kami meneruskan perjalanan ke Restoran Casino, jangan salah, kami bukan mau berjudi karena ini memang bukan tempat perjudian dan bukan pula mau makan, karena dompet kami terlalu tipis untuk makan di situ, namun kami datang,  karena di restoran  yang terletak di atas danau yang nyaman inilah, tempat makan malam dalam suasana damai antara delegasi GAM dan pemerintah indonesia serta tentu saja sang pendamai Martin Attisari, pada malam sebelum penanda tanganan MOU.

Setelah mengunjungi semua tempat yang letaknya berhubungan dengan danau, kini kami menuju target utama yaitu gedung Crisis Management Initiative  (CMI), gedung megah tempat penanda tanganan MOU ini terletak persis di jantung kota , tepatnya di depan taman kota Helsinki, yang saban hari ramai di kunjungi warga kota untuk bersantai sambil menikmati berbagai atraksi hiburan.

Setelah mengunjungi jejak sejarah perundingan Helsinki, tujuan kami selanjutnya adalah tempat wisata. Sekitar 300 meter dari gedung CMI terletak Katedral Helsinki, katedral ini besar dan gagah karena dasar bangunannya jauh tinggi dibandingkan dasar bangunan di sekitarnya. Sebagai negara dengan mayoritas agama penduduknya kristen ( penduduk muslim hanya 9.450 orang atau 0,2 % ) di Helsinki sangat banyak kita temui Gereja atau katedral yang dijadikan objek wisata, dan yang paling banyak dikunjungi atau target utama turis manca negara adalah katedral Helsinki.

Warga Finlandia selain di kenal sebagai masyarakat yang tidak banyak bicara,  jujur, membenci kebohongan, sangat menghargai guru juga sangat menjunjung tinggi kebebasan mengeluarkan pendapat, sebagai contoh di depan Katedral Helsinki terdapat sebuah kotak ukuran seperempat meter persegi yang ada lubangnya, seperti celengan sumbangan di tempat kita, diatas kotak tersebut tersedia kertas dan pena serta bertuliskan write down what you cannot say, how and what, thats all your choice, I will come each Saturday (12.00) and read the letter with loud voice. Untuk kebebasan lain, bagi masyarakat yang suka mandi sauna, mereka bisa datang ke tempat wisata Sauna Kotiharju di Helsinki, dimana semua pengunjung tidak perlu berpakaian sama sekali.

Martin Attisari melalui  CMI telah bekerja keras demi mewujudkan perdamaian di provinsi Aceh, maka selayaknya pemerintah pusat dan pemerintah daerah Aceh berpegang pada kesepakatan tersebut, jangan ada usaha yang bisa merusak perdamain.

Dan satu lagi, dengan budaya tidak banyak bicara, jujur, menghargai pendidikan dan pekerja keras, Finlandia membuktikan, bahwa rakyat mereka lebih makmur dari rakyat bekas penjajah mereka, Uni Soviet.

Muhammad Armiyadi Signori, Aktivis World Achehnese Association, Mahasiswa Hedmark University Norwegia dan Staf Rumah Sakit Jiwa Aceh

Melawat Helsinki
Rate this post
0

Comments

comments


Comments to Melawat Helsinki

Loading...

15. December 2017

Clear all