Bansigom Donja keu Aceh

Pasukan Aceh Di Paraguay

Pasukan Aceh Di Paraguay
Rate this post
Nasruddin Ali,S.Pd Kiri Sekali Bersama Tiga Orang Guru Pendamping Atlit Aceh di Paraguay Bergambar Dengan Kepala Sekolah SMA Negeri 9 Kota Banda, Drs.Hj Aisyah Ali,M.Pd, tengah.[Foto Nasruddin Ali,S.Pd].

WAA News – Kamis  07/05/2009

PARAGUAY – Tim Nasional sepak Bola Aceh Usia 15 dan 16 tahun kini sedang berada jauh dari Aceh di Amerika Latina, mereka habiskan hari-hari dengan latihan untuk bisa muncul mantap di kemudian hari, hingga sekarang menurut sumber kami bahwa mereka sudah hampir 10 bulan, semenjak dari 9 Agustus 2008 di Paraguay, program ini di rencanakan oleh Pemda selama 3 tahun, namun itu semua sangat tergantung pada anggaran pemerintah sambung sumber kami.

Anak-anak muda ini di kirim oleh pemda Aceh ke Paraguay, yang berjumlah 34 orang, di antara nya 30 orang Atlit dan 4 orang Guru pendamping tulis Nasruddin Ali,S.Pd dari Paraguay. Keberadan semua guru dan siswa SMA (Sekolah Menengah Atas) Negeri 9 kota Banda Aceh ini adalah berkat kerja sama antara Dinas Pemuda Olah Raga dan Dinas Pendidikan Aceh di bawah Bimbingan dan pimpinan langsung Pemda Aceh dalam hal ini Gubernur (Kepala pemerintah Aceh -red)

Latihan di Paraguay memang jauh sekali perbedaannya dengan latihan di Aceh. Di antara nya kalau latihan di Aceh lebih di fokuskan pada teknik sedang kan di America latin, latihan di padukan antara fisik, teknik, taktik dan mental psikologi si Atlit agar sebaik mungkin bisa mengusai permainan. Sementara peningkatan latihan sangat tergantung pada kemampuan si Atlit itu sendiri.

Para Atlit Aceh di Paraguay di latih oleh beberapa pelatih diantaranya pelatih fisik, pelatih teknik merangkap taktik, pelatih kiper dan di tambah dengan tiga (3) asisten dari tiga pelatih tersebut serta dua (2) asisten lapangan.

Menururt salah seorang Comite Olimpico Luque  Paraguayo dari Aceh katanya,  waktu pertama kami datang ke Paraguay semuanya sangat berat sekali terutama dalam hal menyesuaikan diri, misalnya masalah makanan, iklim, budaya, agama, bahasa dan hal-hal lain. Cuma karna tekat dan niat untuk menuju kemajuan Aceh, dan sekaligus bagi melahirkan atlit-atlit handal Aceh di dunia pada masa yang akan datang, baik di bidang olahraga, pendidikan, ekonomi dan sebagainya maka kamipun di Paraguay sudah siap untuk melakukan apa saja, tentunya yang tidak melenceng dari agama dan undang-undang demi bangsa  dan negara.

Cara beribadah kami juga sangat berbeda dengan orang-orang di Paraguay, mereka ke gereja tapi kita harus ke mesjid. Cuma karna di sana tidak ada mesjid, jadi kita salat di tempat penginapan (di mess), sekalipun demikian orang-orang  Libanon tetap punya inisiatif  lain untuk mewujudkan tempat ibadah yaitu dengan membangun satu rumah kusus yang kemudia di jadikan mesjid, sehingga pada hari jumat bisa dilihat jamah mencapai 40 hingga 50 orang.

Pasukan Aceh di Paraguay.[Foto Nasruddin Ali,S.Pd]

Untuk mengetahui aktifitas pasukan Aceh di Paraguay kita punya daftar harian yang di kirim dari Amerika Latina:

Senin, 07:00 Makan Pagi, 07:30 Latihan, 10:00 Belajar  GRUP-1 INGLES  Y  ESPAÑAOL, 11:00    Belajar  GRUP-2 INGLES  Y  ESPAÑAOL,  12:00  Makan siang. Kamar bersih dan rapi, 16:00 Snack Snack (Ie sirap -Aceh).16:30  Belajar 18:30 Solat, 19:00 Makan malam, 22:00 Tidur.

Selasa, 08::00 Latihan GIM, 10:00 Kamar Y  Hotel bersihdan rapi 12:00 Makan siang,16:00 Snack (Ie sirap -Aceh), 20:00 Miting-pemain (3 Juadores Individual)

Rabu, kesemua aktifitas sama dengan hari senin

Kamis, 11:00 Kakamar Y  Hotel bersih dan rapi, 16:30 Latihan, 20:00 Miting-pemain (3  Juandores Individual), 22:00 Tidur, ” Lain semua sama dengan hari senin”

Jumat, 11:00 Aeroperto John Castro- Chile, 12:30 Makan siang, kamar bersih dan rapi, 16:30 Belajar, ” Lain semua sama dengan hari senin”

Sabtu, 07:30 Uji  coba Aceh V/S   Nacional, 10:00 Kamar Y Hotel bersih dan rapi, 16:30 Jalan-jalan, ” Lain semua sama dengan hari senin”

Minggu, 10:00 Kamar bersih dan rapi, 16:00 Snack, 16:30 Jalan-jalan, ” Lain semua sama dengan hari senin”

Kepala pelatih : Jonh castro Cballerodan dan profe Amaya, kedua-duanya pernah menjadi pelatih di indonesia. Pelatih fisik Hugo, Pelatih kiper Claudio Y Bara, asisten pelatih Rodrigo Mendosa sementara asisten lapangan adalah Nasruddin dan Kristian Lion.

Di akhir cerita Nasruddin Ali,S.Pd mewakili pasukan Aceh di Paraguay berharap doa dan dukungan sepenuh nya dari ureung aceh keu atlit sepak bola Tim nasional Aceh di paraguay supaya selalu sukses.[Tarmizi Age]

Pasukan Aceh Di Paraguay
Rate this post
0

Comments

comments


Comments to Pasukan Aceh Di Paraguay

Loading...

22. November 2017

Clear all