Bansigom Donja keu Aceh

Perkumpulan Masyarakat Aceh Sedunia Kirim Petisi Damai

Rate this post
Aktifis WAA sedang menunnggu tandatangan dari pengunjung aksi, Foto di rekam 04/07/2009 di Berlin.[Foto Iwan/Waa].

WAA News – Jumat 10/07/2009

Press Release – Pada hari ini Jumat 10 Juli 2009, kami World Achehnese Association (WAA) yang merupakan sebuah Organisasi Sipil Aceh sedunia mengirimkan petisi untuk menindak lanjuti aksi damai yang telah diadakan pada hari Sabtu tanggal 04 Juli 2009 di Brandenburger Tor Berlin, Jerman bertemakan ’Keberlanjutan Perdamaian Aceh’, berkat dukungan semua pihak telah sukses di laksanakan dengan baik.

Diantara laporan yang kami kirim adalah, Petition Sustainability Peace in Aceh, Brosur yang sama dengan yang kami bagi-bagikan ketika Aksi dilaksanakan dengan judul Sustainable Peace for Aceh, 4 lembar dokumentasi foto acara serta tabel dukungan tanda tangan yang di isi diantanya oleh warga Jerman, Italy, America, Netherland, Denmark, Newzeland, Turkey dan Aussie (Australia).

Bendera WAA di kibarkan di Berlin, Gambar di ambil 04/07/2009, di Depan Parlement Jerman.[Foto Iwan/Waa].

Dalam Petisi tersebut kami meminta agar dilakukannya evaluasi implementasi MoU oleh semua pihak yang telah terlibat dalam penandatanganan perjanjian damai perang Memorandum of Understanding antara Gerakan Aceh Merdeka dan Pemerintah Republik Indonesia pada 15 Agustus 2005 di Helsinki, Finland.

Kami berpendapat Pelaksanaan MoU di Aceh masih tidak jalan sesuai dengan yang di janjikan, perjanjian bukan hanya berhenti mengangkat senjata untuk berperang, tapi ada berbagai hal lain yang harus di perhatikan. Undang-undang Pemerintah Aceh (UU PA) yang tidak sesuai dengan MoU, Tapol dan Napol Aceh yang belum di bebaskan sampai saat ini, pengadilan Hak Asasi Manusia yang belum dibentuk, hak-hak para korban dan pejuang yang masih belum tertunaikan dan berbagai hal-hal lainnya adalah merupakan salah satu kejahatan dalam pelaksanan perjanjian damai di Aceh.

Kami juga menuntut kepada pihak Internasional dan Uni Europe supaya tidak lepas tangan melupakan Aceh, karena usia perdamaian Aceh masih terlalu muda.

Foto bersama, Aktifis WAA sesaat setelah tiba di depan gedung Parlement Jerman untuk persiapan terakhir aksi yang bertema Keberlanjutan Perdamaian Aceh di Berlin pada 04/07/2009.[Foto Iwan/Waa].

World Achehnese Association mengucapkan terima kasih kepada warga dunia yang telah memberikan bantuan kemanusian Tsunami untuk Aceh baik melalui lembaga resmi Negara maupun lembaga- lembaga non Pemerintahan atau NGO.

Petisi tersebut kami kirim kepada Dr. Tengku Hasan M. di Tiro (Head of Gerakan Aceh Merdeka (GAM)) di Sweden, Frank-Walter Steinmeier (Foreign Ministtry of Republic Federal Germany) Berlin, Ms.Navanethem Pillay (Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights (OHCHR)) di Geneva, Mr Jacques Barrot (Vice-President of the European Commission) DG Justice, Freedom and Security di Brussels, Presiden Ahtisaari (Chairman of Crisis Management Initiative (CMI)) Helsinki.

Fjerritslev, Danmark
Jumat 10 July 2009

Tarmizi Age/Mukarram
World Achehnese Association (WAA)
Ban sigom donja keu Aceh!

Rate this post
0

Comments to Perkumpulan Masyarakat Aceh Sedunia Kirim Petisi Damai

Loading Facebook Comments ...
  • Assalamulaikum.w.w
    Saya selaku anak negeri sangat mendukung aksi teman-teman yang ada di Denmark pada tanggal 10 Juli 2009, namun kenyataan di Negeri kami yang jauh disana ( Acehnese ), sangatlah bertentangan dengan perjanjian Perdamaian Helsinki,semua belum dan tidak berjalan seperti apa yang diharapkan, disamping Undang-undang Pemerintah Aceh (UU PA) yang jelas tidak sesuai dengan MOU, masalah Tapol/Napol Aceh yang masih ditahan, juga masalah HAM yang belum dibentuk, juga hak-hak semua korban dan eks Pejuang yang belum tuntas, juga masalah bantuan Tsunami yang amboradol,
    terindikasi masih ala Orde Baru, Caplok sana-sini. Ini fakta yang harus segera di garis bawahi,jangan sampai Perdamaian hanya potong senjata saja, bagaimana kami yang korban konflik ???????, yang korban Tsunami??????????????
    apa harus jadi penonton para Pencaplok/Pencabik hak-hak Rakyat yang memang Korban, mereka menggila, segala cara dihalalkan, malah ada anak dibawah umur dapat merasakan bantuan Tsunami yang Notabene ayahnya seorang Pejabat, mulai dari bawah hingga paling atas, malah ada yang non korban mengaku korban demi sebuah Rumah bantuan, asal ada Uang pelicin lewat kolong meja, begitu juga dengan sebagian Kepala Desa, asal ada Uang pelicin masaalah Kartu Keluarga langsung ada, juga surat Tsunami, jangan percaya Saya, tapi boleh di Cross Chek ke lapangan, tanya sama Rakyat, jangan Pejabat, atau semacamnya, yang tiada Uang seperti saya golongan bawah hanya jadi bulan-bulanan alias opor sana sini yang penting Data Korban buat Laporan ke NGO,begitu juga yang duduk di rumah Barak, keluar satu masuk sepuluh, ada yang mencari berbagai cara, seperti rumah yang sudah keluar atas nama si korban tidak diduduki hanya menggantungkan saja Gorden dan datang sebulan sekali seolah-olah rumah sudah ada yang punya, begitu Pintu di dobrak secara paksa baru muncul Penghuni dengan beribu macam alasan di Kepala, mengapa tidak ada yang menindak lanjuti masaalah ini???.jadi seolah mereka membuat rumah bantuan hanya untuk Villa para Tikus-Tikus konglomerat.
    Untuk itu Saya atas nama Seluruh Komponen Masyarakat Aceh sangat berharap kepada Dr. Tengku Hasan M. di Tiro (Head of Gerakan Aceh Merdeka (GAM)) di Sweden, Frank-Walter Steinmeier (Foreign Ministtry of Republic Federal Germany) Berlin, Ms.Navanethem Pillay (Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights (OHCHR)) di Geneva, Mr Jacques Barrot (Vice-President of the European Commission) DG Justice, Freedom and Security di Brussels, Presiden Ahtisaari (Chairman of Crisis Management Initiative (CMI)) Helsinki. Tolong dengan segala Hormat menindak lanjuti semua ini ke Bumi yang Namanya Aceh,Demi Rakyat dan tujuan mulia ini,agar perdamaian benar-benar terpelihara,bila perlu bentuk Team dari PBB,langsung dari Negara-Negara Pendonor bantuan Tsunami, apa sudah benar yang merasakan korban yang sesungguhnya,atau hanya mereka yang berkuku yang dapat merasakannya,malu saya sebagai anak Negeri yang melihat ulah para pencaplok bantuan,kayak Tikus kelaparan, Juga Saya berharap kepada Yanga Terhormat Bapak-Bapak yang namanya tercantum diatas mohon Rakyat banyak dilibatkan dalam masaalah ini, terlepas dari itu semua,,, (“Mohon sangat masalah MOU dan RUU PA dibicarakan kembali, Tapol/Napol Aceh juga,Korban Konflik,Korban Tsunami,serta jangan lupa pula anak-anak yang ayahnya korban pada masa konflik,janda-janda yang harta bendanya nyaris habis dibakar/di Perkosa,diproses ulang,sebab sebahagian dapt sebahagian tidak “),
    Demikianlah Fakta dan Kenyataan yang terjadi di Bumi Atjeh saat ini, Saya berbicara atas nama Rakyat, disana tidak ada lagi yang mau memperhatikan masaalah ini,mereka sedang sibuk dengan bisnisnya masing-masing,buat apa tatanan Kota kembali berdiri tegak Gedung-Gedung dan Rumah-Rumah jika Manusianya masih Rusak Demikian rupa, bukankah Monster penghuninya,yang suatu saat akan mengicar mangsanya,entah kapan,entah…………., Atjeh Mooden, benar kata Belanda!!!, mereka pernah pasrah menghadapi Atjeh( Lihat Sejarah), Saya Pribadi dan seluruh Rakyat Aceh sangat berharap Perdamaian ini selamanya, dan akan menjaga sampai ke anak cucu bila umur panjang, tapi bagaimana jika Rakyat merasa Perdamaian hanya untuk Ladang mencari Duit buat para Pejabat dan Kroni-kroninya ?????, dimana Jawabannya ????, tentu di hati kita masing-masing, jangan………jangan……….jangan sampai terulang lagi,Tolong dengar kata Rakyat, bukan kata Saya, silahkan ke Negeri kami, datanglah sebelum terlambat.W.W.Assalamualaikum.W.W.

    Ttd :
    Bansa ATJEH

    Tembusan :
    – Semua yang terlibat di dalam Perdamaian dan
    NGO seluruh dunia.

    sabri ichsan 10. July 2009 20.10 Reply
  • Serambi news.MEUREUDU – Dua dari 30 desa di Kecamatan Ulim, Pidie Jaya (Pijay), belum pernah mendapat rumah bantuan. Padahal, hampir semua penduduk di kedua desa itu tergolong miskin. Mereka mengandalkan pendapatan Read the rest of this entry »

    Posted: June 1st, 2009 by admin

    No Comments | Filed under Aceh

    Ini salah satu cohtoh,Fakta yang ada, bagaimana, masih raguuuuuuuu, pikirkan.

    By :
    Bansa ATJEH

    sabri ichsan 10. July 2009 21.05 Reply
  • Assalamu’alaikum Wr,Wb
    Subhanallah,suatu hal yang dapat menggetarkan hati saya selaku aneuk nanggroe,ternyata masih banyak saudara2 saya yang menyelenggarakan acara yang bertajuk perdamaian dunia di denmark,,,saya khususnya ingin sekali membantu teman-teman disana,dan ingin menghirup udara di eropa,harapan dan cita-cita ini saya buat karena saya jga orang aceh yang tak hanya tinggal diam di aceh saja,tapi lebih dari itu semua,karena saya yakin dimanapun kita berada selagi niat kita suci,Allah yang akan membuka jalan untuk kita semua,,,sekiranya teman2 aceh mau membantu saya menerima saya dsana saya siap,itu memang cita2 saya dari dlu,syukur-syukur kalau saya bisa kuliah disana seperti teman-teman.Amiin
    Saya sangat mengharapkan partisipasi dan dukungannya,
    email saya mirza.novan@yahoo.com
    fb saya : mirza fernandez.
    Kalau teman-teman bersedia saya akan persiapkan segala sesuatunya

    novan 8. March 2013 01.09 Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...