Bansigom Donja keu Aceh

Salju Denmark dan Sadeup Aceh

Salju Denmark dan Sadeup Aceh
Rate this post

DENMARK – Turunnya Salju membuat warga Denmark sangat gembira merayakan tahun baru kali ini.

Kira-kira dua minggu sebelum tahun baru tiba, salju sudah mulai turun memutihkan bumi Denmark yang subur dan datar. Hingga laporan ini di tulis salju paling lebat jatuh dari langit(turun) adalah pada sabtu dan minggu 9 dan 10 januari 2010, bahkan salju yang begitu banyak telah mengakibatkan ramai warga tidak bisa beraktfitas lebih banyak pada hari senin termasuk sulit untuk ketempat kerja karena jalan-jalan dipenuhi salju.

saljuSalju mencapai 50 cm kala itu di satu-satu tempat, bahkan di tempat yang lain ada yang melebihi dari ukurang tersebut. Para pekerja pembersih jalan tak henti-henti bekerja memindahkan salju agar pengguna jalan raya bisa selesa menggunakan kenderaan masing-masing sekaligus untuk membuat transportasi lancar sebagaimana biasanya.

Denmark adalah sebuah negara yang berbatasan dengan jerman, negara ini di sebut juga dengan Scandinavia.

Denmark adalah negara empat musim yaitu musim Vinter (Sejuk), musim For år (Semi), musim Sommer (Panas) dan musim Efter år (Gugur).

Denmark memiliki ukuran  43,098.31km2 dengan jumlah penduduk mencapai 5,532,531, 90.5% bangsa Danish dan 9.5% adalah keturunan pendatang antara lain dari German, Sweden, Norwegia, Bosnia,Turki, Arab, Pakistan, Belanda, Kurdis dan lain-lain sudah barang tentu Aceh termasuk di dalamnya.

Gunung yang paling tinggi di Denmark bernama Ydingskovhøj letaknya di Skanderborg dengan ketinggian 172 m di atas paras laut.

Denmark merupakan salah satu negara yang amat tersusun administrasinya, dan tidak salah mungkin kalau dikatakan negara yang di rancang dengan baik, setiap keputusan yang diambil di designe dengan bijak sehingga jelas hasilnya, yang penting sekali selalu bermanfaat bagi seluruh rakyat untuk jangka masa yang sangat panjang.

Tidak ada istilah project teman dan project family segera lulus, apa lagi project seludup (ata geutanjoe taboeh nan goeb), hal-hal demikian tidak kedengaran di Denmark.

Nah kita kembali ke salju lagi. Musim Vinter (Salju) tidak menjadi halangan untuk masyarakat Denmark melakukan aktivitas hariannya seperti pabrik, sekolah, butik, kantor pemerintah, rumah sakit, dan bermacam-macam lainnya, ia tetap bergerak normal, beredar dan berputar seperti biasa.

Bagai mana dengan Aceh, sangat tidak sesuai untuk kita perbandingkan dengan Denmark, sekalipun Aceh pernah mengukir sejarah kegemilangannya bersama Eropa, itu hanya tempoe duloe. Kalau kita bicara Aceh Zaman kerajaan atau ”Aceh jameun kerajeun”(Aceh jameun keureueun) maka kita akan terlihat Aceh kini buram sekali, gelap, suram, tidak memiliki identitas yang jelas, bahkan bendera pun tak ada, tidak ada lagi prinsip kekususan, Aceh kini seakan-akan kaku dan carut dan marut.

Sekalipun saya bangga lahir di Aceh, tapi untuk zaman saya hidup tidak ada apa yang bisa di tonjolkan sudah tentu tidak ada apa yang bisa di banggakan, keculi konflik dan tsunami itupun karena banyak orang yang mati.

Sesekali saya merenungi, bagai mana Denmark bisa maju, padahal mereka punya musim-musim sulit seperti musim salju, sementara di Aceh tidak ada musim-seperti ini.

Aceh kenapa bisa ketinggalan sampai ratusan tahun dari Denmark?
Saya terkenang dengan ”sadeup” alat pemotong padi di Aceh, ”langai” alat pembajak sawah di Aceh antara alat yang masih aktif diguna pakai di Aceh, di Denmark sudah seratus tahun yang lalu dimesiumkan.

Lucu kan kalau kita pikirkan, kenapa orang Denmark bisa menggunakan tehnologi maju kenapa orang Aceh tidak? Mungkin juga dilarang undang-undang!

Entahlah sekarang Aceh negara “Self-Government”.

Sindal, Denmark
Faizal Abdurrahman salah seorang anak muda kelahiran Aceh yang menetap di Sindal, menceritakan.

Faisal Abdurrahman Aktivis World Achehnese Association [Foto/Dok/Waa].

Kota ini memiliki sebuah station kreta api sebagai salah satu kemudahan transportasi dan juga punya terminal Bus angkutan antar kota. Di kota ini terdapat beberapa keluarga orang Aceh, dan ada beberapa anak muda. Sekalipun sejuk kami tetap berjuang untuk hidup normal seperti warga denish.

Saat-saat turun salju indah sekali apalagi bagi saya salju (sne) adalah sesuatu yang baru dalam hidup saya, salju belum pernah saya lihat di Aceh, Denmark ternyata telah memperkenalkan saya lebih banyak yang baru.

Saya terkejut melihat para pekerja pembersih jalan, ditika orang lain masih tidur nyenyak di dalam selimut, mereka diluar sana tetap sabar ikut aturan kerja dalam ke adaan minus 11 dan 12, sesekali terselit juga ingatan, kalau di Aceh mungkin kolkaspun tak sesejuk ini.

Anak-anak Aceh di Denmark pun pada rajin kesekolah, mereka tak jadikan salju dan sejuk sebagai alasan untuk tidak hadir.

Memang patut menjadi impian bagi orang-orang yang tinggal di negara yang tak ber salju untuk melihat salju dan memegang salju sekalipun sekali saja dalam hidup, bahkan bagi orang yang berada di negara-negara di timur tengah, hujan saja sudah merupakan impian yang luar biasa, karena hujan jarang turun disana.

Jadi salju merupakan hal yang luar biasa bagi orang yang berangan-angan ingin melihatnya, namun sebaliknya bagi negara seperti Rusia, Denmark kadang-kadang menjadi beban, karena jika salju turun terlalu banyak warga akan sulit bergerak, jadi aktivitas ekonomi sedikit terhenti. Uang juga terpaksa di pergunakan untuk memindahkan salju dengan truck terutama di jalan-jalan utama.

Tarmizi Age adalah Aktivis World Achehnese Association berdomisili di Denmark

Salju Denmark dan Sadeup Aceh
Rate this post
0

Comments to Salju Denmark dan Sadeup Aceh

Loading Facebook Comments ...
  • Semua butuh proses dan waktu. dan maaf (barangkali berlebihan)pemerintah dan masyarakat dari provinsi “syariat” perlu belajar tentang keadilan, kejujuran,rasa saling menghargai dan semangat kerja keras dari Denmark.
    semoga di masa depan sadeup aceh bisa kita museumkan.

    M. Armiyadi Signori 24. January 2010 09.58 Reply
  • “sadeup ngon Langai”-“Aceh jameun kerajeun” dua kalimat nyan yang membuat loen merasa su’um bansaboh badan, memang tulisan ini berhasil mengugah pembaca semakin sadar ada kemungkinan disengaja oleh penguasa/atau memang penguasanya tidak mampu mengelola tanoh Aceh, sehingga Aceh manteng lage “aceh jameun keureueun”. Para penguasa ho neu ka…, kajeut beudeh eh. bek le tengeut…bek lee pike ke prut droe dan syedara droe…

    fadhli 24. January 2010 13.59 Reply
  • Luar biasa,yang geut wajib ta ikt,yg hana geut hareum ta contoh
    senada ngen komentar di ateuh, semesti jieh tanyo hana hanyut-dgn yg diistilahkan olh ureung2 ahli- romantisme sejarah.
    Sepatut jieh tanyo bangga atas sejarah yg ka dicetak olh endatu tanyoe, tapi kemudian pu yang akan di banggakan oleh anaeuk cuco tanyoe dari tanyoe?

    seumakin banyak tulisan lagee nyoe akan semakin menggugah kaum muda aceh utk membangun aceh secara positf.

    Muhammad Reza 25. January 2010 12.16 Reply
  • ass ww syedara loen ban sigom donya, gata2 disinan teungoh meureuno dan Insyaalah harapan kamo dinanggroe neu wo dan neupuwo experience keuno unanggro jak puga nanggro tapi nyoe peureulee watee syedara loen, bansa geutanyo seuring that peu eeleeh ureung nyang ka carong, jadi butuh kesabaran untok menuju kemajuan donya akhirat.wsslm

    najib 25. January 2010 12.22 Reply
  • UREUNG ACEH BEU KOMPAK, DOA KEU PEMIMPIN DAN RAKYAT BEU SABOH HATE, LAGE MASYARAKAT DI MALAYA, SABEE MEU DOA BEU SIHAT BEU EK GEU PIMPING BANGSA DAN NAGGRROE, NANGGROE NYANG SUBUR LOE THAT POTENSI UNTUK BERKEMBANG, SEKTOR PERTANIAN, PERKEBUNAN, PETERNAKAN, PERIKANAN, KEHUTANAN, PERTAMBANGAN, INDUSTRI, DAN LAEN2 PERDAGANGAN…NYANG JROEH,..NANGGROE LUA LUPI SAAT SEUMIKE PROGRAM NYANG JROEH THAT MENDUKUNG…MAN DAERAH TANYOE NA SIT ALAM NYANG LUPI DI ATEUH GUNONG…JEUT TA PEUGOT RENCANA NYANG MANTAP..INSYA ALLAH…DOA DARI RAKYAT ACEH NYANG NA DI NAGGROE DAN LUA NANGROE SUPAYA TANYOE SABAN VISI NGOEN MISI…KEU PIKE PEMBANGUNAN…LAGE PEUTUAH SULTAN ALI MUGHAYATSYAH…seumikee nyang beu jroeh peu but nyang jroeh…Amien Semoga..

    MAIMUN IBRAHIM 25. January 2010 16.23 Reply
  • Hingga dipelsok desa, orang2 aceh suka membanggakan kejayaan masa lampau. Om3 pikir generasi aceh saat ini lupa diri dan tidak melakukan yg terbaik. Mengapa?
    Itu yg masih om3 pelajari. Beberapa pepatah aceh menyesatkan, “tergores tak mau, patah tulang dilakukan, jika orang aceh telah sepaham”.
    Adat bersendi agama, om3 masih bertanya-tanya? Agama yang seperti apa? Islam dalam pemahaman om3 amatlah sempurna. Tetapi di aceh agama islam di puja bagaikan dewa. Ruh islam tidak dilakukan dalam keseharian. Om3 prihatin. Tetapi om3 yakin masih banyak kesempatan. Lain waktu kita diskusikan tentang aceh. Maaf jika ada perkataan yg kurang berkenan. Salam hangat dari Om3.

    om3 27. January 2010 11.12 Reply
  • tanyoe ureung atjeh beu tapeusaboh droe dalam ngon lua nanggroe supaya atjeh nyo makmu ngon jaya……
    menankeh nyang jet lon peusampoe harap neu pikee keudroe hai syeh dara

    m_yus 29. January 2010 16.25 Reply
  • Bangsa ACEH sudah lama dijajah dengan mentaliti,sebab itulah org ACEH hnya berbangga2 dg sejarah jameun keureuun. tapi tak prnah belajar dgn sejarah itu sendiri, sebab bangsa kt dipimpin oleh org luar yang ngak pernah tau adat resam bangsa ACEH. bangsa ACEH dulu terkenal dg kepemimpinan, agama,adat resam dan juga perjuangan utk meuneugakkan nanggroe ACEH yg berdaulat, tp realiti yg kt dapat dari pemimpin ACEH sekarang bukan dr mentaliti bangsa ACEH yg jameun keureuun yg kt bangga2kan dulu,, inilah sebab musabbab bangsa kita jd tak tentu arah, binggung mau tentukan identiti kita yg sebenar, makanya bila kita tinggal di nanggroe ACEH, Kita ngak kenal mentiti bangsa kt sendiri, tp bila kita dah keluar negara kita baru dpt meulihat identiti kt bangsa ACEH, kt akan lbh menghargai bahasa kt, adat kita,budaya kita,dan menggenal sejarah2 peradaban bangsa ACEH yg berdaulat. sekarang bagai utk kt menggembalikan mentaliti asal bangsa ACEH….?
    saleum sejahtra banmandum keubangsa ACEH..
    MUHAMMAD IDHAM

    idham 31. January 2010 06.57 Reply
  • Ass wr,wb.Semoga berkat peddamaian nyow ,generasi dan seluruh bangsa aceh meutamah cinta keu bumoe aceh,dan kegemilangan aceh masa awai beujeut ke saboh contoeh untuk membangun aceh kembali,supaya sadeup ngon langai jet tapansionkan.ehnokeuh manteng yang agam patra pesampoe,leubeh ngen kureung lon lake meah,…saleum ke bangsa aceh.

    Agam Patra 11. February 2010 16.05 Reply
  • pakiban kabar aneuk2 aceh mandum di sinou sehat2,sireza pahlevi pue kajimeukawen…..?

    che' ray rusli 13. March 2010 06.04 Reply
  • Njan mandum2 salah nek tanjoe sbb wate njan, ban2 merdeka dari pada penjajah belanda .. Aceh hana roh dlam Repoblik indonesia serikat (RIS) Tuma nek tanjoe galak droegeuh jak pakat gabong ngon RIS bak geupike ngot rame teuh adak di tamong penjajah lom han talo le ahahahaha
    padahai antak ngon uroe njoe mantong di jajah teuh… Tuma teuco2 nek inoe ci neupasang pland baroe ngot jut takubah keudeh sadup njan insya allah meujoe sapue khun akan hase tamisiumkan sadup njann..Amin…

    Cuco E. 28. March 2010 16.51 Reply
  • Ass,wr,wb. Bangsa lon ureung ACEH yg na bansigom donya, saleum MERDEKA dan saleum MEUTURI ngen syadara2 lon bangsa ACEH. wassalam.

    MUKTAR AMIR NUR 1. May 2010 06.45 Reply
  • Aceh dulunya adalah sebuah kerajaan tetapi aceh sekarang hanyalah bagian dari NKRI sementara denmark adalah sebuah Negara jadi jika kita bandingkan aceh sekarang dengan sebuah Negara itu tidak akan sampek ibarat ” Moet ngon Are ” han meujan sabee tapi sebetoe jieh hana kata laen selaen saboh kata ” Mardeka “

    ebaruddin 12. May 2010 04.00 Reply
  • Teurimoengguenaseh bandum syedara loen atueh masukan..
    InsyaAllah ukeu buelubeh get lom peu mantoeng yg akan tapuelaku,Mandumnyan nakeuh usaha2 guetanyoe ban2dum bak tapuebibueh bangsa teuh atueh penderitaan semoga geutanyoe bandum beuseulamat Iman donya ngoen akhirat Aminn..

    Cekgu Rony 26. November 2010 22.45 Reply
  • selalu bangga menjadi orang aceh walau dinegara orang.

    febby 29. April 2013 03.03 Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...