Bansigom Donja keu Aceh

Stadion San Siro Milan dan Pedagang Asongan

Stadion San Siro Milan dan Pedagang Asongan
Rate this post

Rabu 06/04/2011

Stadion San Siro Milan dan Pedagang Asongan

Stadion San Siro atau Giuseppe Meazza terletak di kota Milan, Italia, merupakan salah satu stadion yang paling terkenal di dunia, karena stadion ini merupakan home base bagi dua klub besar Italia yang selalu berseteru hebat dalam sejarahnya, AC Milan dan Inter Milan.

Di stadion ini, Setiap tahunnya selalu menghadirkan persaingan dan pertandingan hebat antara AC Milan melawan Inter Milan yang di kenal dengan derbi Della Madonnina, yang selalu di nantikan oleh jutaan penikmat sepak bola di seluruh dunia. Perseteruan tidak hanya dalam pertandingan tapi juga dalam penamaan stadion, bagi pendukung AC Milan  stadion ini di beri nama San Siro, sedangkan pendukung Inter Milan menamakannya Giuseppe Meazza.

Ketika di periksa oleh petugas bandara Malpessa Milan, kami mengatakan datang ke Milan untuk menonton pertandingan AC Milan dan memberi dukungan penuh kepada AC Milan, petugas tersebut, yang rupanya pendukung Inter Milan kecewa berat dan ”memaksa” kami untuk tidak mendukung Milan serta mengatakan we are enemy forever (kita musuh untuk selamnya). Ini merupakan gambaran permusuhan tifosi kedua klub di satu kota ini.

Stadion yang didirikan pada tanggal 19 September 1926 mampu menampung 85.700 penonton, bisa di jangkau dengan berbagai jenis transportasi publik dari pusat kota Milan, termasuk metro (subway). Banyaknya akses ke stadion ini membuat calon penonton mudah mencapainya dan tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas walaupun puluhan ribu penonton membanjiri stadion ini.

Selain transportasi yang mudah, tiket untuk menyaksikan pertandingan juga tidak menjadi persoalan, tiket bisa di dapatkan di bank, yang merupakan counter resmi untuk penjualan tiket atau bisa di beli langsung di counter yang ada di area stadion. Penjualan tiket biasanya dimulai dua minggu sebelum pertandingan, bagi calon penonton yang berada di luar negeri bisa membeli tiket jauh-jauh hari melalui counter counter penjualan tiket di internet, untuk harga termurah biasanya dibanderol 32 euro (sekitar 380.000 rupiah), kecuali derbi, big match melawan Juventus atau pertandingan liga champion.

Mendatangi San Siro pada saat adannya pertandingan tidak ubahnya seperti mendatangi stadion- stadion di indonesia, kita akan menemukan begitu banyak penjual yang memanfaatkan momen ini, mulai dari penjual merchandise klub sampai penjual aneka makanan dan minuman, mereka berjualan di kios kios yang di jejar di sekitar stadion bahkan ada yang berjualan menggunakan mobil bak terbuka seperti di tempat kita. Walaupun klub memiliki counter resmi untuk penjualan produk mereka, namun banyak sekali di temukan kios kios yang menjual merchandise bukan produk asli yang tentunya harga dan kualitasnya jauh lebih murah  dan rendah dari produk resmi yang berhologram.

Untuk memasuki stadion, calon penonton harus melewati pemeriksaan yang ketat, seluruh barang bawaan akan di periksa oleh petugas keamaan, makanan dan minuman dilarang masuk. Setelah melewati petugas keamanan, calon penonton harus melewati pintu masuk dengan cara menggesek tiket pada mesin di pintu masuk, bila penonton memegang tiket palsu, maka penonton akan tertahan di pintu ini, tidak bisa membuka pintu masuk ke dalam stadion.

Bagi anda yang takut ketinggian, ada baiknya mengeluarkan biaya lebih untuk mendapatkan tiket yang tempat duduknya rendah dan dekat dengan pemain serta masuk melalui pintu bawah stadion, karena untuk pemegang tiket ekonomi harus menaiki tangga tinggi yang menyerupai spiral, penonton harus berjalan memutari tangga untuk memasuki stadion dan tentu saja menonton dari tempat yang tinggi.

Di tiap sudut stadion tersedia tempat penjualan makanan dan minuman, namun yang menarik  di dalam stadion juga ada beberapa  penjual asongan yang menjajakan minuman dan makanan ringan, ada yang duduk pada satu tempat dan ada yang terus berjalan menjajakan makanan seperti di stadion lampineung Banda Aceh.

Milan memang di kenal sebagai kota mode seperti halnya Paris dan New York, namun sepak bola rasanya lebih menyatu dan mengental dengan penduduknya dan menjadi daya tarik turis serta sumber pemasukan. Banyak orang hidup dari bisnis sepak bola di kota ini, mulai dari pemilik klub, pemain, petugas stadion sampai pedagang asongan.

Kalaupun ada hal yang mungkin membuat turis kurang nyaman di kota Milan adalah bahasa inggris tidak terlalu pepuler di kota ini.

Muhammad Armiyadi Signori Staf Rumah Sakit Jiwa Aceh, Kuliah di  Norwegia, Aktivis World Achehnese Association.

Stadion San Siro Milan dan Pedagang Asongan
Rate this post
0

Comments

comments


Comments to Stadion San Siro Milan dan Pedagang Asongan

Loading...

21. October 2017

Clear all