Bansigom Donja keu Aceh

Tangis Terpendam Senyum Tiada

Tangis Terpendam Senyum Tiada
Rate this post
Irwan (Tapol Atjeh)[Foto/Dok/Pribadi].

WAA News – Seni 01/11/2010

Tangis Terpendam Senyum Tiada
Peunuléh: Irwan (Tapol Atjeh)

Tangis Terpendam Senyum Tiada

Engkau lemah tertunduk letih
Tak banyak terucap rindu yang mendalam
Anak negri lama mengharapkan hadirkan suaramu
Dalam perantauan puluhan tahun negri orang engkau jalani

Pantas tak banyak ber ucap….
Wajar engkau tertunduk malu….
Sepantasnya engkau sedih hati….
Kekecewaan sulit ungkapan demi harapan yg mulia

Akhirnya kami mengerti, pahami kesedihanmu
Engkau dikhianati atas nama sejarah negri
Puluhan tahun misi sia2, pupus harapan jalani renta
Badai datang dari lenganmu, dari keikhlasan tak terduga

Wahai badut bercoreng bangsa, hatimu bagai sapi menggila
Harapan cita mulia kamu siksa di masa tuanya
Sungguh busuk hatimu, percaya yang ada finah kau balas
Siapa kamu tega menyiksa, sipa kamu ambil tahta…?

Beliau telah tiada membawa duka rasa malu
Tangisannya meraung negri anak bangsa derita merugi
Kamu tertawa di tengah megahnya dunia
Kamu hadir bertopengkan singasana.

Irwan adalah Tapol Atjeh yang masih di penjara di Indonesia

Tangis Terpendam Senyum Tiada
Rate this post
0

Comments to Tangis Terpendam Senyum Tiada

Loading Facebook Comments ...
  • SALUEM…..!

    Assalamu’alaiku wrwb.
    Segala puji hanya kpd Allah Yang Maha Kuasa atas segala yang bisa kami lakukan pada tulisan ataupun media ini. Bertujuan untuk memberikan informasi yang benar adanya dan menggugah cara pandang masyarakat Atjeh khususnya atas segala kejanggalan-kejanggalan yg terjadi selama ini yang berakibat kepada lambatnya perkembangan baik di bidang SDM maupun pemamfa’atan SDA yang ada, yang hanya bisa di rasakan oleh segelintir orang pada kepentingan pribadi. Semua itu akan berpengaruh kepada krisis sosial dalam masyarakat.
    Hal demikianlah yang sangat kita sayangkan, karena tidak akan menghasilkan kehidupan yang harmonis satu sama lainnya. Sampai kapan itu harus kita tanggung, sedangkan yang berbuat hanya segelinti orang yang tidak mempunyai rasa memiliki kepada sesama.
    Oleh karena itu saya pribadi dengan serba kekurangan saya, akan menitahkan tulisan-tulisan yang berguna untuk bahan kajian bersama dan menggugah sebuah cara berpikir yang lebih berkembang semata-mata bukan untuk kepentingan pribadi. Hal ini mutlak saya lakukan karena rasa sayangku kepada tanah SERAMBI MEKKAH, tanah tempat lahirnya para Aulia, tanah tempat pencetus Aqidah Nusantara, tanah yang patut kita banggakan dengan banyak prajurit dan pahlawan berjiwa satria juga tanah yang mempolopori keutuhan Nusantara.
    Semua itu perlu kita ingat supaya kita mengetahui siapa diri kita sebenarnya dan bagaimana kita selaku generasi menimbulkan cara untuk menghargai jasa-jasa pahlawan kita yang dengan ikhlas telah berbuat, berkarya, memberi, bahkan nyawanya pun telah mereka ikhlaskan demi tepatnya kita ber aqidah sebagai generasi, tercipta sebuah bangsa yang bermartabat serta punya harga diri dalam kita bermasyarakat dengan berbagai peradaban yang terus berlanjut.
    Demikianlah opini saya selaku penulis dalam memberi gambaran cara berpikir yang lebih efektif kita selaku generasi, anak bangsa yang menghargai jasa pahlawannya dan anak bangsa yang mengerti di tanah yang mana ia di lahirkan.
    Semoga tulisan saya bermamfa’at dan mohon koreksi atau masukan yang brguna untuk lebih baik dan berkembang demi kepentinga dan kemajuan kita bersama dalam sebuah karya selaku sesama anak bangsa.
    SEUMANGAT HAI BANSA LON.
    TEURIMONG GUNASEH NGON SALUEM YANG MEUSYEN…!

    Irwan 1. November 2010 14.10 Reply
  • Djroh that nyan rakan !

    Azhar 19. December 2010 17.00 Reply
  • jroh that nyan tungku….salem mantong keu ureung aceh yang na inan di Denmark…semoga ureung droneh hana tuwoe keu aceh…

    iskandar 2. July 2011 17.49 Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...