Bansigom Donja keu Aceh

Tarian Aceh Gemparkan Penyambutan Kemerdekaan Norwegia ke 196 tahun

Rate this post

Norwegia – Senin, 17 mei 2010 di kota Stavanger, Norwegia kembali digemparkan dengan pertunjukan tarian saman Aceh di sela- sela peringatan kemerdekaan Norwegia. Anak- anak Aceh yang tergabung  dalam Organisasi AFFOR ( Aceh Flyktning Foretning ) kembali menunjukkan bakat tarian khas Aceh di mata warga Norwegia dalam pentas seni tari dan kebudayaan untuk menyambut hari kemerdekaan Norewegia yang ke 196 tahun dari penjajahan oleh negara Swedia.

Anak-anak Aceh di Norwegia ikut menampilkan tarian Aceh pada hari kemerdekan Negara tersebut yang ke 196 [Foto/Zulkahar/Waa].Pementasan tarian saman tersebut di adakan di Verksted Stavanger , yang dimulai dari pukul 12:58 sampai selesai. Pentas tarian saman ini mebius warga Rogaland untuk menyaksikan penakjuban tarian khas Aceh tersebut.  Penampilan tarian saman ini mendapatkan sambutan yang meriah dari warga Rogaland terutama dari Internasjonalt hus dan Stavanger komune yang mensemponsori pementasan seni tarian dan budaya. Dalam pertunjukkan tarian tersebut tidak ketinggalan juga Gubernur Rogaland   (Tom Tvedt ) memberikan sambutan khusus kepada anak- anak tarian saman Aceh yang telah memberikan hiburan melalui tarian saman yang sangat spektakuler.

Di samping itu juga banyak lagi tarian- tarian dan musik- musik khas Norwegia, Spanyol, China, Thailand dan dari negara lainnya. Warga Aceh yang berada di Rogaland sangat gembira dapat menampilkan tarian Aceh di mata warga Negara Norwegia dan Negara lain, ujar salah seorang warga aceh yang hadir untuk menglihat pentas seni tari dan kebudayaan.

Kami siap memberikan yang terbaik bagi seni budaya Aceh dan memperlihatkan ke indahan seni tarian Aceh di mata dunia, ujar wakil ketua Organisasi AFFOR ( Zulkarnain ) disela- sela pementasan tarian saman tersebut, seperti yang tertulis dalam E-mail yang dikirim oleh Zulkahar aktivis WAA yang berdomisili di Norwegia.

Norwegia - Senin, 17 mei 2010 di kota Stavanger, Norwegia kembali digemparkan dengan pertunjukan tarian saman Aceh di sela- sela peringatan kemerdekaan Norwegia. Anak- anak Aceh yang tergabung  dalam Organisasi AFFOR ( Aceh Flyktning Foretning ) kembali menunjukkan bakat tarian khas Aceh di mata warga Norwegia dalam pentas seni tari…

Review Box Score

It is - 9.1
Maybe - 0.3
I dont think so - 0.6

3.3

Total Score

Traditional our country is vary importen for us?

User Rating: Be the first one !
Rate this post
0

Comments to Tarian Aceh Gemparkan Penyambutan Kemerdekaan Norwegia ke 196 tahun

Loading Facebook Comments ...
  • dengan budaya juga bisa menunjudkan bahwa kita dulu memeliki marwah dan bangsa sendiri.majukan budaya aceh budaya peninggalan indatu geutayoe.

    ebaruddin 20. May 2010 05.45 Reply
  • Nyan baroe aneuk nanggroe, walau hudep di luwa, tapi han tuwe keu nanggroe endatu, mantap…

    Aiyub Ilyas 20. May 2010 09.29 Reply
  • Swedia tidak (pernah) menjajah dan dijajah

    Sejak tahun 1814 hingga 1905, Swedia dan Norwegia bergabung menjadi satu (Union) dengan seorang raja, kemudian akhir tahun 1905 itu Norwegia menjadi sebuah negara sendiri yang berdaulat, memisahkan diri dari Swedia dengan cara damai tanpa peperangan apalagi sampai ada kata penjajahan seperti laporan diatas. Disaat negara Eropa lain sedang berperang pada masa perang dunia kedua, Swedia pada masa itu tidak ikut sama sekali, jadi tidak ada tipikal bangsa Swedia sebagai bangsa penjajah seperti tipikal indôn.

    Sebenarnya, sejarah Swedia tidak bisa lepas dari Norwegia dimana negara yang bertetangga tersebut bagaikan sebuah saudara kembar yang berasal dari sebuah rumpun bangsa Viking. Ini bisa dilihat dari cuaca, geologi, bahasa, budaya yang sangat serupa. Begitu juga dengan benderanya yang berbentuk salib dengan dibedakan hanya oleh warna. Karena berbatasan dengan daratan, warga Swedia yang ingin bekerja ke Norwegia begitu juga sebaliknya setiap hari bolak balik melintasi perbatasan.

    Oya, kata “Menggemparkan” pada laporan diatas kelihatan teuga that meujungkat/peulubèh haba, bah that pih hana di Stavanger ulôn teuôh kiban hai suasana seubenarjih disinan. Begitu juga bukan perayaan hari “Kemerdekaan” tetapi perayaan lepas dari Union disebut “Nasjonal Dag” bukan “Independence Day”

    Tgk Skandinavia 20. May 2010 10.25 Reply
  • maju terus kebudayaan aceh,perlihatkan kepada dunia bahwa aceh juga unik dan khas akan budaya dan seni.

    aneuk aceh 15. October 2011 05.18 Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...