Bansigom Donja keu Aceh

Zikir bergema pada Maulid Nabi Muhammad SAW di Aalborg, Denmark

Zikir bergema pada Maulid Nabi Muhammad SAW di Aalborg, Denmark
Rate this post

Group zikir aneuk nanggroë pada waktu Maulid Nabi Muhammad SAW di Aalborg, Denmark. (Foto Makmur Habib/04.02.12)

Selasa 07/02/2012
Oleh, Hassan Basri Sulaiman

WAA NEWS – Segala puji bagi Allah SWT, yang telah menurunkan segala karunia dan nikmat buat kita semua. Serta selawat diiringi salam yang selalu kita limpahkan kepada Rasulullah SAW, keluarga dan para sahabat-sahabatnya.

Tepat pada pukul 11:00 waktu setempat, gedung di buka oléh panitia untuk acara memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 1433 H (dalam bahasa Arab bermaksud kelahiran Rasul) yang bertepatan hari sabtu tanggal 04.02.2012. Panitia juga sudah menyusun dari awal beberapa program menarik untuk hari itu, seperti Zikir, Qasidah, pembacaan ayat suci Al-quran dan Dakwah/Pidato Islamiah tentang kebesaran dan perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menegakkan Agama Allah.

Aktivis WAA dan semua komponen masyarakat Aceh di Denmark secara bersama-sama memperingati hari kelahiran seorang kekasih Allah yang menjadi rahmat untuk sekalian alam, dan yang telah mengubah sejarah peradaban manusia dari era jahiliah ke era modernitas akhlak.

Aktivis WAA dan masyarakat Aceh di Denmark sedang berzikir saat Maulid Nabi Muhammad SAW di Aalborg,Danmark. (Foto Makmur Habib/04.02.12)

Maka tidak heran bila setiap tanggal 12 Rabiul awal kita sebagai umatnya selalu merayakan atau memperingatinya untuk mengenang sejarah perjuangannya dalam menegakkan iman dan islam di jagat raya ini. Dan juga sebagai refleksi dari rasa cinta kita kepada sosok yang dirindukan siang maupun malam.

Suasana di Sjællandgade 2 Aalborg tampak ramai walaupun cuaca yang sangat dingin dan bersalju, namun tidak menjadi penghalang bagi masyarakat Aceh untuk hadir. Dan tidak ketinggalan pula Group zikir aneuk naggroë yang sudah mempersiapkan diri dengan lirik-lirik zikirnya untuk bergema nibak peuingat uroë lahé Nabi Muhammad SAW. Mereka nampak sangat optimis saat menampilkan keseragaman adat ke Acehan untuk tampil dengan memakai Kupiyah dan Ijakroëng (Peci dan kain sarung) yang serba sederhana itu.

Husuini Azi sebagai Protokol acara langsung mempersilakan Group zikir aneuk naggroë dan para hadirin ketempat khusus itu untuk sama-sama melantunkan zikir akbar special.

Setelah zikir Maulidul Rasul selesai bergema, semua hadirin di persilakan oléh panitia menuju keruangan yang sudah di persiapkan untuk meukhanduri (makan) dengan berbagai masakan khas Aceh atau sering disebut (khanduri Moloëd) yang dibawa dari rumah masing-masing seperti layaknya di gampông halaman (Aceh). Selepas mencicipi makanan acara di lanjutkan dengan Qasidah aneuk meutuwah untuk menghiburkan para tetamu.

Tidak lama kemudia suara bacaan ayat suci Al-Quran pun terdegar syahdu yang di bacakan oléh Tgk. Safwan Muahammad (Imam). Walau hanya sebentar, para hadirin cukup berkesima mendengar kalam Allah yang dapat menyejukkan hati.

Untuk menyempurnakan acara hari itu sesuai dengan program, maka di ujung acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Tgk Ansari Muhammad berpidato di atas peudiông (podium) tentang ” Sosok Rasulullah yang bekerja keras dan pantang menyerah dalam menegakkan agama Allah SWT ” itulah salah satu sifat beliau yang seharusnya kita jadikan contoh dan suritauladan dalam pergaulan kita sehari-hari untuk mendalani dan mempraktekkan sehingga bisa menjadi seorang muslim yang tangguh dan kuat dalam menghadapai segala tantangan zaman di masa yang akan datang.

Disamping itu juga kita sebagai umat yang menjadikan beliau sebagai panutan dituntut untuk bisa menjalankan sunah dan syariat beliau untuk selalu berpihak kepada yang benar. Begitulah sedikit cuplikan isi pidatonya yang di akhiri dengan doa.

Di akhir penutupan sesuai dengan waktu (15:00), Panitia umum juga mengucapkan terimkasih banyak kepada semua komponen masyarakat Aceh di Denmark yang telah sama-sama menyukseskan Maulid akbar ini, semoga peringatan Maulid Nabi Muhammad yang sering kita rayakan tidak hanya dijadikan sebagai ritual semata. Tetapi kita benar-benar bisa mengambil manfaat dan menerjemahkannya dalam kehidupan kita sehari-hari serta dapat mengikuti apa yang sudah menjadi sunahnya sehingga di akhirat nanti kita diakui oleh beliau sebagi umatnya dan insyaAllah mendapatkan syafaat dari beliau pula.

Koordinator World Achehnese Association (WAA)
Hassan Basri Slm

Zikir bergema pada Maulid Nabi Muhammad SAW di Aalborg, Denmark
Rate this post
0

Comments

comments


Loading...

22. November 2017

Clear all